Skip to main content

E-commerce dalam Ancaman

 

Setelah Bank Indonesia, BSSN, Kementrian Kesehatan, BKN, Dirjen Pajak serta BPJS Kesehatan. Kini E-Commerce menjadi Incaran para hacker jahat. Berkaca dari tahun 2020 peretasan tersebut dialamai olek Tokopedia yang mengalami kebocoran data sebanyak 91 Juta data pengguna. Hal serupa juga dialami oleh bukalapak setahun sebelumnya.

Seperti yang disampaikan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) katadata.co.id, Kamis (27 Januari 2022) Pelaksana tugas (Plt) Direktur Tata Kelola Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Teguh Arifiyadi mengatakan,Sektor e-commerce mencatatkan 29,8% kasus kejahatan siber. Sedangkan instansi pemerintah 25,5%. Disusul oleh jasa keuangan 17%, media sosial 6,4%, dan telekomunikasi 4,3%”.

Chief Digital Forensic PT DFI Ruby Alamsyah mengatakan, pelaku kejahatan siber menyasar sektor e-commerce karena memiliki data yang cukup banyak. Dengan begitu, data yang berhasil diperoleh dapat mendatangkan keuntungan banyak bagi pelaku.

Selain itu, data yang dimiliki rawan. "Mereka sudah amankan password dengan algoritme hashing khusus. Tapi kesalahannya, mereka tidak mengamankan secara optimal data pribadi lainnya," kata dia kepada Katadata.co.id, pada 2020.

Dengan demikian sudah saatnya para Instansi dan E-Commerce serta pelaku usaha maupun industry untuk meningkatkan dan menerapkan keamanan siber yang berlapis dan menyeluruh.

Seperti yang telah diterapkan pada Archangel https://the-archangel.co/ yang diciptakan dan dikembangkan oleh PT Sydeco https://www.sydeco.co/ mampu memberikan keamanan menyeluruh dan berlapis.

Teknologi yang dikembangkan mampu menyaring serangan, Merekam Identitas penyerang serta memblokir penyerang.

Selain itu, Pengguna Archangel akan mendapatkan report secara realtime, sehingga pencegahan dan penanganan serangan akan lebih cepat. Dengan begitu pengguna Archangel tidak perlu khawatir lagi dengan serangan-serangan hacker jahat tersebut.

Archangel merupakan solusi tepat untuk mengamankan Data Perusahaan anda.

Hubungi kami untuk mendapatkan solusi tepat untuk kemanan dari serangan para Hacker.

Email: sydeco.indonesia@yahoo.com

Telp : (+62) 274-2887796

www.sydeco.co

Comments

Popular posts from this blog

 Hospital Security in Question In a recent article titled "Cyberattacks: Public and Private Hospitals, Is the Worst Yet to Come?", Jean-Michel Tavernier1 provides a detailed analysis of why the medical sector is a prime target for hackers. He highlights the vulnerabilities that allow hackers to access sensitive data such as medical records, insurance information, and payment details. The compromise of this data can have severe consequences for individuals' privacy, financial security, and even personal safety, not to mention the financial damage to institutions and the risks to the quality of care provided to patients. System Vulnerabilities Tavernier points to the "excessive interdependence of the entire healthcare chain." Hospitals collaborate with a multitude of interconnected providers and partners, creating numerous opportunities for attackers. He suggests managing the attack surface (ASM), which means controlling and securing all entry points where unautho...
                                                                     ERRARE HUMANUM EST   The Inescapable Nature of Human Error and Its Implications in Cybersecurity To err is human; one could even say it is a defining characteristic of humanity. Who has never made a mistake, whether out of distraction, ignorance, or because it was provoked? No one is immune to making mistakes, and most of the time, they are forgivable, even if their consequences can be very damaging. However, the fundamental, unforgivable error is doing nothing to avoid situations that lead to mistakes. Thus, to minimize errors due to distraction, one should avoid multitasking (for example, a surgeon operating should not be distracted by a nurse recounting her latest adventures) and refrain from performing actio...

Hati Hati dengan serangan cyber!

  Saat ini kita mengenal Revolusi Industri 4.0. fenomena yang mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi melalui jaringan internet, kita dapat dengan mudah mengakses semua hal yang ingin kita ketahui melalui jaringan internet kita juga bisa dengan mudah berhubungan dengan satu sama lain Berbagi informasi dan bahkan berbagi data kemudahan dalam pertukaran informasi dan pengambilan data melalui internet tersebut, ternyata menjadi salah satu pemicu kejahatan di dunia digital seperti serangan virus yang disengaja ataupun tidak disengaja Perusakan jaringan dan pelemahan system, bahkan yang sangat membahayakan anda adalah pencurian data yang disalahgunakan oleh para hacker serangan cyber dapat menyebabkan gangguan yang signifikan dan bahkan merusak software handphone atau PC anda seperti link phising, malware, virus dll Maka dari itu salah satu cara terbaik adalah gunakan firewall terbaik di indonesia untuk melindungi gadget anda selama 24 jam nonstop!